Sabtu, 18 Mei 2013

BY : Ust. Jefri Al Buchori





Makin pingin menunjukan diri kita supaya diakui, dihormati, lantas makin tertekan, tegang dan melelahkan bathin, dan umumnya semakin tidak disukai.

tidak jujur adalah penjara, yang buat diri dicekam takut terbongkar, gampang untuk berdusta, nikmat apa pun tidak akan ternikmati, lantas jujur adalah hidup merdeka.

hati yang bersih akan peka terhadap pengetahuan, apa pun yang dilihat, didengar, dirasakan jadi samudera pengetahuan yang membuatnya semakin bijak, arif dan pas saat menyikapi hidup ini

tidak mungkin semua orang akan menyukai kita — walau kita berbuat baik semaksimal barangkali. tidak usah aneh dan kecewa, terus saja berbuat yang paling baik, sebab itulah yang kembali pada kita.

keberanian buat mengatakan tidak tahu untuk yang tidak diketahuinya jauh akan lebih menenangkan dan dihormati dari pada senantiasa pingin terlihat serba tahu atau sok tahu

konflik umumnya terjadi sebab saya benar dan kamu salah, berilah peluang hati menyebutkan kita benar dan diapun bisa jadi benar, insya allah akan gampang mencari solusi.

orang yang sangat mulia di antara manusia adalah orang yang sangat banyak mengingat mati dan sangat siap menghadapinya dengan bekal amal shalih.

yang penting untuk pimpinan bukan hanya memaksa anggotanya menaati pada perintahnya, namun buat memahami apa yang paling baik yang mesti dikerjakannya dengan penuh kesadaran.

sikap emosional adalah ciri belum terampil mengendalikan diri. bagaimana barangkali bisa mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang teratasi.

komentar spontan kita barangkali sebatas satu patah kata, namun dapat melukai hati dan menyebabkan kebencian mendalam, oleh sebab itu waspadalah walau sebatas sepatah kata.

hati manusia berubah-ubah, saat ini marah barangkali besok lusa telah reda apalagi barangkali lebih sayang pada kita, oleh sebab itu janganlah mendendam atau benci ber-kepanjangan.

akan ada waktu hati jadi sedih dan gelisah. janganlah biarkan larut dan mencuri hidup kita, bangkitlah, sibuklah, bergaulah dengan orang yang manfaat dan banyaklah berzikir.

berani hidup mesti berani menghadapi problem, janganlah takut dan janganlah gentar, hadapi dengan benar dan tawakal, sebab tiap-tiap problem telah diukur allah cocok kekuatan kita.

kita tidak mempunyai apa pun dan tidak dimiliki siapapun tak hanya milik allah. hidup didunia hanya singgah sesaat, melacak bekal untuk pulang dan menunggu waktu maut menjemput.

rutinitas melemparkan kekeliruan dan tanggungjawab pada orang lain, tak hanya akan menambah problem, bisa juga menjatuhkan kredibilitas, dan menyingkirkan kepercayaan.

siapapun yang merindukan berhasil, lantas mesti ajukan pertanyaan pada dirinya seberapa jauh dan sungguh-sungguh untuk berjuang, sebab tiada keberhasilan tanpa perjuangan.

air yang lembut dapat mempersatukan bahan besi, semen, kerikil, pasir hingga jadi beton yang kokoh. benar-benar kelembutan hatilah yang akan dapat mempersatukan.

janganlah takut jadi tua, sebab tentu menua. namun takutlah tidak jadi dewasa, sebab kedewasaan sikaplah yang jadi jalur kebahagiaan dan kemuliaan.

tidak butuh menjawab penghinaan dengan penghinaan lagi, cukup jawablah dengan evaluasi diri, gigih melakukan perbaikan diri, dan beri bukti yang tidak terpungkiri.

orang yang sedikit pengetahuan, wawasan dan pengalaman, layaknya yang terbelenggu dan dipenjara oleh keterbatasannya, hidup tidak akan leluasa dan sukar untuk berbahagia.

“Islam tidak mengajarkan kita untuk menghina Tuhan orang lain.. Surat Al Ikhlash cukup jadi jawaban..”

“Santun dalam penyampain dan tutur kata menunjukkan ketinggian budi pekerti seseorang..”

“Setiap segala sesuatu itu ada kelebihannya.. Maka janganlah suka meremehkan dan merendahkan..”

“Semakin berkuasa manusia semakin banyak ego yg dipertontonkan..”

“Jika semua ibadah hanya karena ramadhan sungguh ia telah pergi berlalu, tapi jika semua karena Allah, maka takkan ada yang berubah meski ramdhan telah pergi”

“gak ada satupun manusia yg gak pernah berbuat salah.. Lalu kenapa jadi sulit utk memaafkan orang yg telah berbuat salah kepada dirinya.”

"Maafkan" dan "Lupakan".. itulah maaf yg sesungguhnya..
“meminta maaf itu baik.. memberi maaf itu mulia..”

“Jika ada orang berilmu tapi masih suka menjatuhkan orang lain didepan umum untuk menunjukkan dirinya lebih pintar, Dia bukanlah orang berilmu yang bijak”

“Jika kita hanya boleh memilih 5 didunia ini maka pilihlah agama, harta, akhlaq mulia, rasa malu & pemurah.. Pesan luqmanul hakim kepada anaknya”

“Kebaikan akan mengantarkan seseorang kepada kebenaran dan kebenaran akan mengantarkan seseorang kepada puncak pengetahuan lalu menjadi rendah hati”

“Puncak ibadah adalah kerendah hatian.. Bukan merendahkan..”

“Senyum saja.. Meski senyum itu tak terbalas.. Karena senyumnya orang yang beriman dengan niat ibadah.. Bukan untuk dibalas lagi dengan senyuman..”

“Cobalah fahami musibah sebagai bentuk teguran halus Alloh SWT kpd kita.. Supaya kita jauh lebih dekat dan makin dekat lg dgn Yg Maha Kuasa..”

“menjadi manusia yang "bodoh" setelah pintar itu ternyata susah dan sedikit.. tapi menjadi manusia yang "sombong" setelah pintar itu mudah dan banyak”

“Lidahku takut.. Tapi hatiku masih suka menentang.. Lidahku berucap syukur.. Tapi hatiku masih saja suka kufur.. Ampuuuunnn Yaa Robb..”

“Sahabat yg baik adalah sahabat yg berani menunjukkan salahnya engkau, Terima kasihlah kpd orang yg telah berani menunjukkan salahnya engkau.. Dan berhati2lah kpd orang yg terlalu byk memuji dirimu..”

“kekuatan harta itu hanya ada pada saat harta itu masih ada.. Saat harta itu habis.. Maka musnahlah juga kekuatannya itu..”

“saat kita dihina.. lalu kita bersabar menghadapinya.. saat itu pula Alloh sedang memuliakan dan mengangkat derajat kita..”

***
“ Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi buta.. Buta dalam memandang..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi kacau.. Kacau dalam berfikir..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi lupa.. Lupa dalam kebaikan..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi terlena.. Terlena dalam amarah..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi hina.. Hina dalam perbuatan..
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi buruk.. Buruk dalam sangkaan..
Dan...
Kemarahan bisa... bisa... bisa...tentu sangat bisa membuat seseorang menjadi tidak bijaksana.. ”.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar